Berikutnya, Brad mulai membicarakan tentang leadership/ kepemimpinan. Brad mengambil contoh pada saat dia mendapatkan kesempatan bertemu dan berbicara dengan Jenderal Norman Schwarzkopf, yang merupakan salah satu Jenderal yang memimpin perang teluk melawan Irak , Saddam Hussein pada tahun 1990.
Norman mengatakan bawah sebagai Jenderal, pada saat dia ditetapkan untuk bertangung jawab ," When placed in Command, take charge," sebagai pemimpin, dia harus proaktif dalam mengambil tindakan atau taking ownership dari peperangan tersebut, bila tidak, anak buahnya akan mati. Disini Brad mengatakan bahwa di bisnis pada saat kita tidak mengambil keputusan dalam memimpin bisnis, mungkin tidak langsung ada karyawan yang mati, tetapi sebenarnya bisnis itu tidak lama lagi akan mati.
Jadi sangatlah penting untung " Be Decisive" untuk berani mengambil keputusan di bisnis dan hidup anda. Bagaimana agar kita siap, confident dan berani mengambil keputusan, Brad mengutip salah satu gurunya, Jim Rohn, yang mengatakan, " Never wish your life were easier, wish that you were better." Janganlah berharap kamu akan menghadapi hidup yang mudah, tapi berharaplah bahwa kamu akan lebih baik dari hidup.
Untuk lebih baik dari hidup, Brad mengutip Jim Rohn lagi , " Work Hard on youself than you do on your job", kerja keraslah pada diri anda sendiri, jauh lebih keras dari kerja keras anda pada profesi anda.
Dari sini, Brad membawa kita membicarakan bagaimana memiliki unlimited marketing budget di bisnis kita. Pada dasarnya untuk mencapai ini, ada 3 faktor: acquisition cost, lifetime value dan profit pada sale pertama.
Brad percaya bahwa pada bisnis, yang kita lakukan adalah membeli customer kita, bisa dengan banyak cara: advertising, networking, referral, dan lain-lain. Tapi intinya adalah bahwa dengan cara apapun, kita telah menngeluarkan biaya untuk mencapatkan customer ini. Biaya inilah yang disebut acquisition cost. Biaya meng akusisi customer. Pilihlah biaya yang paling murah. Untuk mengetahui caranya, anda bisa menghubungi saya di www.actioncoach.com/juristianamadin, dan kita bisa bertemu muka untuk saya terangkan caranya.
Dengan mendapatkan akusisi yang murah, berarti anda akan mendapatkan customers lebih banyak dan bila biayanya rendah, maka pada saat dia melakukan pembelian pertama kepada anda, akan besar kemungkinan anda sudah bisa mendapatkan profit dari pembelian pertama per customer. Bila anda bisa melakukan ini, berarti anda sudah mendapatkan unlimited marketing budget.
Untuk menset diri anda lepas dari bisnis ( set u free in business), yang anda lakukan tinggallah menjaga supaya si customer ini menjadi customer anda selama mungkin dan melakukan repeat businesses, atau jumlah transaksi dan average billingnya dinaikkan. Bila ini berhasil, berarti marketing anda sudah sangat sukses.
Kemudian Brad mengajarkan kita bagaimana menggunakan Action business chassis untuk menset diri kita terlepas dari bisnis kita dan mendongkrak profit kita sebesar mungkin. Ada 5 faktor yang musti diperhatikan: leads, conversion rate, # transactions, Average sale dan profit margin. Bila anda ingin tahu bagaimana memakai ini di bisnis anda, click www.actioncoach.com/juristianamadin, dan saya akan membantu anda secara langsung bagaimana caranya.
Berikutnya Brad bicara bagaimana menggunakan Online Media/Internet untuk membantu bisnis kita:
1. Pertama dia bilang, sangat penting untuk memiliki multiple websites yang akan membawa traffic ke main website kita. Jadi bikinlah website-website kecil yang akan membawa traffic ke main website.
2. Blog. Disini dia langsung mempromosi cara make money via facebook dan anda bisa belajar gratis caranya dengan pergi ke facebook.com/bradleysugars
3. Content is King. Sediakanlah isi blog dan website anda dengan materi , atau kontent yang berkualitas, karenan inilah yang akan membuat diri anda terangking tinggi di google dan memberikan alasan kepada orang lain untuk datang ke website atau blog anda. Jadikan diri anda menjadi resource center.
4. Hire a computer geek. Delegasikan pekerjaan ini ke orang yang memang ahlinya, agar waktu anda bisa di alokasikan ke area kekuatan anda.
Lalu Brad juga mengajak kita untuk membuat video testimonial via youtube, dan mengkomunikasikannya via twitter.
Lalu Brad memberikan formula pada kita untuk make money online:
1. Add value/educate/inform your audience. Utamakanlah educational based marketing, agar anda dianggap sebagai expert di market.
2. Interact with people. Send info and talk to them to interact.
3. Ask people to make a purchase. Mintalah mereka membeli.
Berikutnya Brad memberikan formula untuk mengimplementasikan Leadership di bisnis:
1. Dream. Bermimpilah dan dokumentasikan mimpi ini.
2. Tetapkan goals anda.
3. Siapklan plannya/rencana kerjanya.
4. Actions, ambil tindakan.
PRnya buat kita: rank diri anda 1-10 untuk kegiatan diatas tadi , apa yang musti dilakukan agar mencapai rangking 10.
Terakhir Brad menutup dengan beberapa statements:
" Difference between ordinary and extraordinary is a little bit extra. EVery day , just do a little bit better."
" My only job in life is to be the best I can be"
" As human beings we are blessed by choice and also burden by it"
" The best in being human, you can change your life".
This Blog is about educating and describing how business coaching program and its contents can help small and medium business owners achieving business freedom.
Minggu, 03 Januari 2010
Rabu, 23 Desember 2009
Rangkuman Brad Sugars Jakarta Seminar Bagian 2
Setelah Brad Sugars membicarakan tentang 4 musim yang berhubungan dengan bisnis, kemudian dia mulai fokus bahwa dari semua tipe investasi, mendirikan bisnis lah yang paling menguntungkan karena akan memberikan Return of Investment yang tertinggi.
Dalam proses membuat bisnis yang sukses, Brad mengatakan bahwa konsep daya ungkit atau Leverage adalah hal yang paling terpenting untuk dicapai dan bisa berjalan di bisnis apapun. Kenapa, karena kita semua hanya mempunyai waktu 24 jam seharinya, jadi bila kita menjadi control freak dan merasa kita adalah yang paling pintar di bisnis kita, kita tidak akan dapat menduplikasikan kesuksesan kita untuk membuat bisnis kita lebih besar.
Brad mengatakan ada beberapa definisi Leverage yang perlu diingat: Salah satunya adalah "Ever More with Ever Less" dan yang satu lagi adalah " Do the Work Once get paid Forever". Dia mengambil contoh seperti, buku Brad yang dia tulis hanya sekali, tetapi bisa dijual berkali- kali dan dia plus anak cucunya akan mendapatkan royalty selamanya.
Apa yang kita muskti lakukan dibisnis kita yang kita bisa develop sekarang yang nantinya bisa memberikan income berkali-kali selamanya?
Dari sini, Brad mulai menerangkan tangga mencapai status Entrepreneur yang sesungguhnya, dia memulai bahwa kita semua banyak yang memulai sebagai pelajar dulu di sekolah, dan kemudian mulai bekerja di kantor, dari kerja di kantor biasanya ada kemungkinan ingin punya bisnis sendiri. Masuklah kita disini sebagai self employed, dimana kita memulai bisnis sendiri dan semua aktivitas, kita semua yang mengerjakannya. Banyak orang gagal dalam hal ini dan kembali lagi menjadi karyawan. Dan bila mereka berhasil melewati self employed dengan sukses, barulah mereka masuk ke level Manager.
Menurut Brad, level Manager adalah level dimana si pebisnis mulai memiliki anak buah yang menjalankan bisnisnya dan biasanya kesibukannya adalah mengatur anak buahnya. Bila tidak berhasil mengatur, dia akan kembali menjadi karyawan, dan bila berhasil, dia akan mulai bisa menjadi Business Owner yang sukses.
Brad mengatakan bahwa Coaches dibawah Action Coach, 80% banyak membantu Business Owners untuk bergerak dari level Employee menjadi Business Owners yang sukses.
Setelah melewati level Business Owner, si pebisnis akan mulai banyak uang yang sebaiknya dia reinvestasikan, Brad mengajarkan berinvestasi di bisnis lain, kemudian di properti , baru terakhir di paper assets (seperti saham dan lain-lain).
Dengan gambar tangga, Brad menerangkan perjalanan si pebisnis adalah pertama, dia harus bekerja di bisnisnya untuk mendapatkan uang dengan mendapatkan active income. Baru setelah cash flow dari active bisnisnya banyak , baru uang itu diinvestasikan di bisnis lain yang mendatangkan passive income.
Jadi pertama dalam meniti karir sebagai entrepreneur, si pebisnis membeli deals, baru setelah sukses dia menjual deals. Hal ini adalah banyak juga yang dilakukan oleh orang yang membuat bisnis franchise, pebisnis besar seperti Bill Gates, dan lain-lain. Rumusnya adalah BBS : Buy, Build, Sell.
Beli atau develop bisnis dari scratch, kemudian di bangun/build, lalu dijual. Contoh seperti Apple Computer dan Microsoft juga sama, mereka Develop dulu, malah Apple beli ide operating system dari Xerox, lalu di build, kemudian dijual produk dan sahamnya ke public.
Dibagian berikutnya saya akan mencoba merangkum materi lainnya dari Brad Sugars yang mencakup Leadership, Marketing dan Online Media.
Dalam proses membuat bisnis yang sukses, Brad mengatakan bahwa konsep daya ungkit atau Leverage adalah hal yang paling terpenting untuk dicapai dan bisa berjalan di bisnis apapun. Kenapa, karena kita semua hanya mempunyai waktu 24 jam seharinya, jadi bila kita menjadi control freak dan merasa kita adalah yang paling pintar di bisnis kita, kita tidak akan dapat menduplikasikan kesuksesan kita untuk membuat bisnis kita lebih besar.
Brad mengatakan ada beberapa definisi Leverage yang perlu diingat: Salah satunya adalah "Ever More with Ever Less" dan yang satu lagi adalah " Do the Work Once get paid Forever". Dia mengambil contoh seperti, buku Brad yang dia tulis hanya sekali, tetapi bisa dijual berkali- kali dan dia plus anak cucunya akan mendapatkan royalty selamanya.
Apa yang kita muskti lakukan dibisnis kita yang kita bisa develop sekarang yang nantinya bisa memberikan income berkali-kali selamanya?
Dari sini, Brad mulai menerangkan tangga mencapai status Entrepreneur yang sesungguhnya, dia memulai bahwa kita semua banyak yang memulai sebagai pelajar dulu di sekolah, dan kemudian mulai bekerja di kantor, dari kerja di kantor biasanya ada kemungkinan ingin punya bisnis sendiri. Masuklah kita disini sebagai self employed, dimana kita memulai bisnis sendiri dan semua aktivitas, kita semua yang mengerjakannya. Banyak orang gagal dalam hal ini dan kembali lagi menjadi karyawan. Dan bila mereka berhasil melewati self employed dengan sukses, barulah mereka masuk ke level Manager.
Menurut Brad, level Manager adalah level dimana si pebisnis mulai memiliki anak buah yang menjalankan bisnisnya dan biasanya kesibukannya adalah mengatur anak buahnya. Bila tidak berhasil mengatur, dia akan kembali menjadi karyawan, dan bila berhasil, dia akan mulai bisa menjadi Business Owner yang sukses.
Brad mengatakan bahwa Coaches dibawah Action Coach, 80% banyak membantu Business Owners untuk bergerak dari level Employee menjadi Business Owners yang sukses.
Setelah melewati level Business Owner, si pebisnis akan mulai banyak uang yang sebaiknya dia reinvestasikan, Brad mengajarkan berinvestasi di bisnis lain, kemudian di properti , baru terakhir di paper assets (seperti saham dan lain-lain).
Dengan gambar tangga, Brad menerangkan perjalanan si pebisnis adalah pertama, dia harus bekerja di bisnisnya untuk mendapatkan uang dengan mendapatkan active income. Baru setelah cash flow dari active bisnisnya banyak , baru uang itu diinvestasikan di bisnis lain yang mendatangkan passive income.
Jadi pertama dalam meniti karir sebagai entrepreneur, si pebisnis membeli deals, baru setelah sukses dia menjual deals. Hal ini adalah banyak juga yang dilakukan oleh orang yang membuat bisnis franchise, pebisnis besar seperti Bill Gates, dan lain-lain. Rumusnya adalah BBS : Buy, Build, Sell.
Beli atau develop bisnis dari scratch, kemudian di bangun/build, lalu dijual. Contoh seperti Apple Computer dan Microsoft juga sama, mereka Develop dulu, malah Apple beli ide operating system dari Xerox, lalu di build, kemudian dijual produk dan sahamnya ke public.
Dibagian berikutnya saya akan mencoba merangkum materi lainnya dari Brad Sugars yang mencakup Leadership, Marketing dan Online Media.
Rabu, 09 Desember 2009
Rangkuman Seminar Brad Sugars Jakarta 2010 Bag 1.
Brad Sugars multimillionaire Australia pendiri ActionCOACH telah datang ke Jakarta untuk memberikan seminar materi Billionaire in Training nya. Untuk lebih tahu tentang Brad, click www.bradsugars.com
Saya akan mencoba memberikan intisari dan rangkuman dari seminar tersebut yang semoga sangat bermanfaat bagi anda pembaca semua:
1. Attitude
Pertama kali topik yang dibicarakan oleh Brad adalah pentingnya untuk memiliki sikap dan attitude yang benar. Bila ingin sukses dan menjadi kaya, selain aktivitas atau Do yang akan dilakukan, pertanyaannya adalah Who do you need to BE? Anda harus menjadi orang yang bagaimana? atau sikap anda harus bagaimana agar anda bisa dan mau melakukan apa yang memang musti dilakukan untuk mencapai goal anda. Apakah anda adalah orang yang proaktif, taking ownernship, bisa diandalkan dan bertanggung jawab.
Atau anda adalah orang yang selalu mencari cari alasan dalam hidup ini, menyalahkan yang lain dan mengingkari diri anda sendiri. Pilihannya terserah anda.
Apakah anda adalah tipe orang yang will do whatever it takes to get to goal anda?
2. Learn Before you Earn.
Berdasarkan pengalaman kesuksesan Brad dalam menbangun kekayaannya dan menciptakan Action Coach, dia banyak sekali belajar dari berbagai macam orang, buku, pengalaman dan lain-lain.
Disini dia menceritakan bahwa untuk mendapatkan kekayaan dan menerima income yang besar, penting bagi kita untuk belajar dahulu (Learn) sebelum kita menerima income nya (Earn). Brad juga berkata bahwa investasi yang paling terpenting dalam hidup adalah ilmu (knowledge) dan waktu (time). Sudah diinvestasikan apa saja waktu anda dan apa investasi anda? Banyak orang rugi bisnis dan tertipu karena tidak investasi di ilmu dan waktu.
3. Gratitude (Berterima kasih) dan Celebrate.
Disini Brad menceritakan bahwa banyak sekali orang tidak berterima kasih atas pemberian Tuhan/ Universe yang sudah diterima. Dalam mereka berjuang dan pada saat mencapai goal, sering sekali banyak orang tidak menyadarinya, berterima kasih dan celebrate.
Dia memberikan contoh hubungannya dengan anak perempuannya. Bila Brad pulang ke rumah, anaknya selalu sudah menanti, memeluk, berterima kasih atas hadiah yang telah diterima dan memujinya sebagai ayah yang hebat. Hal ini membuat Brad happy dan akan memberikan hadiah terus menerus kepada anaknya. Tuhan/Universe juga seperti itu, bila anda berterima kasih dan celebrate atas kesuksesan anda maka anda akan mendapatkannya lebih banyak lagi. Ini juga hukumnya sama dengan hubungan business owner dan karyawannya.
4. Seasons.
Hal ini adalah hal yang baru dari seminar Brad 2 tahun yang lalu di Jakarta. Brad disini membicarakan metafora musim (seasons) dengan keadaan ekonomi dunia dan regional, dan bagaimana cara kita mengambil keuntungan disini.
Ada 4 musim: Summer (Panas), Fall (Gugur), Winter (Dingin) dan Spring (Semi).
Sekarang dia bilang adalah musim dingin. Dia bercerita bahwa waktu summer kemarin adalah masa dimana semua ekonomi didunia sedang tumbuh, dari sisi real bisnis property dan pasar modal. Lalu kemudian terjadilah musim Fall (gugur) dimana subprime mortgage terjadi yang kemudian rontoknya saham dan berbagai kasus seperti Lehman Brothers dan lain-lain.
Kesalahannya disini adalah kebanyakan orang kurang knowledge dan semua savingsnya termakan oleh musim Fall ini, sehingga begitu musim Winter datang, dimana ini adalah waktu yang terbaik untuk invest karena banyak harga murah, kebanyakan orang sudah tidak punya savings dan cash lagi.
Brad bilang bahwa sebelum property booming, uang akan lebih masuk ke investasi seperti index, saham,reksadana,komoditas seperti gold dan perak, surat berharga. Ini dilihat juga dari pergerakan investasi di banyak negara ke hal ini.
Dia juga bilang bahwa winter adalah saat yang tepat untuk menjalankan bisnis dan memulai bisnis, kenapa? karena banyak orang yang mempunyai problem diluar sana dan dimana problem ini adalah kesempatan emas untuk kita semua membuat solusi terhadap mereka untuk mendapatkan profit yang bisa diinvestasikan di quality assets yang memang harganya sedang murah.
Dari Winter, baru Spring akan datang, disini dia bilang adalah saat dimana property market akan mulai booming. Jadi bila anda sudah membeli assets di saat winter di komoditas dan saham, flow of money akan mulai pindah ke property karena property market akan mulai naik dan begitu juga bisnis.
Sedangkan summer adalah waktu dimana seperti petani, harvest, panen terjadi dibidang business dan property. Cycle ini akan jalan terus seperti itu.
Jadi pertanyaannya, dengan mengetahui cycle ini, solusi dan kesempatan business dan investasi apa yang anda bisa kreasi?
Saya akan mencoba memberikan intisari dan rangkuman dari seminar tersebut yang semoga sangat bermanfaat bagi anda pembaca semua:
1. Attitude
Pertama kali topik yang dibicarakan oleh Brad adalah pentingnya untuk memiliki sikap dan attitude yang benar. Bila ingin sukses dan menjadi kaya, selain aktivitas atau Do yang akan dilakukan, pertanyaannya adalah Who do you need to BE? Anda harus menjadi orang yang bagaimana? atau sikap anda harus bagaimana agar anda bisa dan mau melakukan apa yang memang musti dilakukan untuk mencapai goal anda. Apakah anda adalah orang yang proaktif, taking ownernship, bisa diandalkan dan bertanggung jawab.
Atau anda adalah orang yang selalu mencari cari alasan dalam hidup ini, menyalahkan yang lain dan mengingkari diri anda sendiri. Pilihannya terserah anda.
Apakah anda adalah tipe orang yang will do whatever it takes to get to goal anda?
2. Learn Before you Earn.
Berdasarkan pengalaman kesuksesan Brad dalam menbangun kekayaannya dan menciptakan Action Coach, dia banyak sekali belajar dari berbagai macam orang, buku, pengalaman dan lain-lain.
Disini dia menceritakan bahwa untuk mendapatkan kekayaan dan menerima income yang besar, penting bagi kita untuk belajar dahulu (Learn) sebelum kita menerima income nya (Earn). Brad juga berkata bahwa investasi yang paling terpenting dalam hidup adalah ilmu (knowledge) dan waktu (time). Sudah diinvestasikan apa saja waktu anda dan apa investasi anda? Banyak orang rugi bisnis dan tertipu karena tidak investasi di ilmu dan waktu.
3. Gratitude (Berterima kasih) dan Celebrate.
Disini Brad menceritakan bahwa banyak sekali orang tidak berterima kasih atas pemberian Tuhan/ Universe yang sudah diterima. Dalam mereka berjuang dan pada saat mencapai goal, sering sekali banyak orang tidak menyadarinya, berterima kasih dan celebrate.
Dia memberikan contoh hubungannya dengan anak perempuannya. Bila Brad pulang ke rumah, anaknya selalu sudah menanti, memeluk, berterima kasih atas hadiah yang telah diterima dan memujinya sebagai ayah yang hebat. Hal ini membuat Brad happy dan akan memberikan hadiah terus menerus kepada anaknya. Tuhan/Universe juga seperti itu, bila anda berterima kasih dan celebrate atas kesuksesan anda maka anda akan mendapatkannya lebih banyak lagi. Ini juga hukumnya sama dengan hubungan business owner dan karyawannya.
4. Seasons.
Hal ini adalah hal yang baru dari seminar Brad 2 tahun yang lalu di Jakarta. Brad disini membicarakan metafora musim (seasons) dengan keadaan ekonomi dunia dan regional, dan bagaimana cara kita mengambil keuntungan disini.
Ada 4 musim: Summer (Panas), Fall (Gugur), Winter (Dingin) dan Spring (Semi).
Sekarang dia bilang adalah musim dingin. Dia bercerita bahwa waktu summer kemarin adalah masa dimana semua ekonomi didunia sedang tumbuh, dari sisi real bisnis property dan pasar modal. Lalu kemudian terjadilah musim Fall (gugur) dimana subprime mortgage terjadi yang kemudian rontoknya saham dan berbagai kasus seperti Lehman Brothers dan lain-lain.
Kesalahannya disini adalah kebanyakan orang kurang knowledge dan semua savingsnya termakan oleh musim Fall ini, sehingga begitu musim Winter datang, dimana ini adalah waktu yang terbaik untuk invest karena banyak harga murah, kebanyakan orang sudah tidak punya savings dan cash lagi.
Brad bilang bahwa sebelum property booming, uang akan lebih masuk ke investasi seperti index, saham,reksadana,komoditas seperti gold dan perak, surat berharga. Ini dilihat juga dari pergerakan investasi di banyak negara ke hal ini.
Dia juga bilang bahwa winter adalah saat yang tepat untuk menjalankan bisnis dan memulai bisnis, kenapa? karena banyak orang yang mempunyai problem diluar sana dan dimana problem ini adalah kesempatan emas untuk kita semua membuat solusi terhadap mereka untuk mendapatkan profit yang bisa diinvestasikan di quality assets yang memang harganya sedang murah.
Dari Winter, baru Spring akan datang, disini dia bilang adalah saat dimana property market akan mulai booming. Jadi bila anda sudah membeli assets di saat winter di komoditas dan saham, flow of money akan mulai pindah ke property karena property market akan mulai naik dan begitu juga bisnis.
Sedangkan summer adalah waktu dimana seperti petani, harvest, panen terjadi dibidang business dan property. Cycle ini akan jalan terus seperti itu.
Jadi pertanyaannya, dengan mengetahui cycle ini, solusi dan kesempatan business dan investasi apa yang anda bisa kreasi?
Minggu, 22 November 2009
Bagaimana Cara menggunakan SWOT di Bisnis Saya?
Banyak bagi para pebisnis baru dan karyawan yang baru mau memulai bisnis, mengetahui bisnis apa yang tepat, bidang apa yang tepat dan apa yang si entrepreneur bisa lakukan dengan baik tapi menghasilkan profit, bisa cukup bingung.
Dari mana harus mulainya. Hal ini bisa terjadi karena memang kebanyakan dari pebisnis dan karyawan terperangkan dalam role tertentu yang menyebabkan dirinya seperti frozen dalam menjalankan bisnis.
Menurut Michael E Gerber, penulis buku E-Myth Revisited (Michael Gerber telah membantu kliennya, pebisnis kecil sebanyak 140,000 klien), ada 3 tipe roles yang sebaiknya dimiliki oleh si entrepreneur, yaitu adalah: Role Manager, Role, Technician dan Role Visionary. Apa yang dimaksud dengan hal ini?
Mari kita lihat contohnya, sebagai karyawan, kita biasanya dibayar dengan gaji dan benefits untuk melakukan suatu pekerjaan yang dimana kemungkinan naik karir dan gaji kita adalah seberapa baik kita menjalankan pekerjaan kita.
Makin baik kita, makin bagus pula karir dan gaji kita. Nah bisa kita sudah terlampau lama seperti ini, Michael mengatakan bahwa kita telah menjadi seorang spesialis yang merupakan Technician di dalam bidang kita. Masalahnya terjadi pada saat kita berhenti bekerja dan mau menjadi pengusaha.
Banyak karyawan yang saya temukan suka merasa bahwa mereka adalah aset dan otak perusahaan yang paling berharga. Dimana, mereka merasa akan sukses bila memulai bisnis yang sama dengan pekerjaan mereka sekarang. Alhasil, setelah mereka memulai, mereka tidak berhasil karena sebagai pebisnis atau entrepreneur, dibutuhkan 3 roles sekaligus: Role Visionaris untuk mempunyai clarity visi ke depan seperti apa bisnis mereka 100 tahun ke depan, Role Manager- bagaimana mengatur flow pekerjaan di bisnis agar bisa untung dan berjalan tanpa mereka, dan yang terakhir Role Technician adalah bagaimana aplikasi pekerjaan agar hasilnya baik, yang biasanya disini keahlian si karyawan.
Oleh karena itu, sekarang, bagaimana caranya seorang bisa sukses di bisnis bila dia hanya menguasai 1 role dari 3 roles tersebut. Caranya adalah Leverage. Terimalah kenyataan bahwa setiap manusia mempunyai role ke kehebatan di setiap bidangnya.
Contohnya George Soros adalah seorang trader ulung dan Martha Stewart adalah seorang Star yang bisa mempromosikan dirinya sendiri melalui bisnisnya. Bayangkan bila Martha Stewart harus menjadi seorang trader, dia telah mencobanya dan masuk penjara.
Oleh karena itu, disinilah SWOT analysis akan sangat membantu pebisnis. SWOT adalah kependekan dari " Strength Weaknesses Opportunities and Threats". Bila kita melihat diri kita sendiri secara personal ataupun bisnis, apa yang kita rasakan menjadi Strength kita, boleh juga kita tanya ke kerabat dekat kita, apa sebenarnya Strength kita dan apa juga Weaknesses kita.
Dari jawaban ini, baru kita bisa tahu, kira- kira Opportunities apa saja yang bisa kita buat dengan menggunakan Stength kita? Begitu juga Threats atau ancaman apa yang mungkin bisa menimpa kita karena kita memiliki Weaknesses tertentu.
Dalam mencari tahu Strength kita, kita bisa bertanya, kira- kira aktivitas apa yang kita suka lakukan dan kita berperforma sangat baik? Aktivitas apa yang kalau kita lakukan bisa membuat kita sampai lupa waktu?
Bila kita sudah mengetahui hal ini semua, baru kita bisa mulai berpikir, siapa pihak ke tiga yang bisa menutupi kelemahan kita agar bisnis kita tidak mempunyai kelemahan lagi dan kita bisa fokus pada kekuatan kita dalam mengkreasi opportunity dan mengkapitalisasinya.
Selamat mencoba:
PS: Ingin profit anda naik dahsyat dari 61% sampai 300% dalam waktu 3-12 bulan? Bila anda serius akan bisnis anda, hubungi Coach Yuri di 021 573 5330 sekarang !!! untuk Complimentary Business Coaching senilai Rp 5,000,000
Dari mana harus mulainya. Hal ini bisa terjadi karena memang kebanyakan dari pebisnis dan karyawan terperangkan dalam role tertentu yang menyebabkan dirinya seperti frozen dalam menjalankan bisnis.
Menurut Michael E Gerber, penulis buku E-Myth Revisited (Michael Gerber telah membantu kliennya, pebisnis kecil sebanyak 140,000 klien), ada 3 tipe roles yang sebaiknya dimiliki oleh si entrepreneur, yaitu adalah: Role Manager, Role, Technician dan Role Visionary. Apa yang dimaksud dengan hal ini?
Mari kita lihat contohnya, sebagai karyawan, kita biasanya dibayar dengan gaji dan benefits untuk melakukan suatu pekerjaan yang dimana kemungkinan naik karir dan gaji kita adalah seberapa baik kita menjalankan pekerjaan kita.
Makin baik kita, makin bagus pula karir dan gaji kita. Nah bisa kita sudah terlampau lama seperti ini, Michael mengatakan bahwa kita telah menjadi seorang spesialis yang merupakan Technician di dalam bidang kita. Masalahnya terjadi pada saat kita berhenti bekerja dan mau menjadi pengusaha.
Banyak karyawan yang saya temukan suka merasa bahwa mereka adalah aset dan otak perusahaan yang paling berharga. Dimana, mereka merasa akan sukses bila memulai bisnis yang sama dengan pekerjaan mereka sekarang. Alhasil, setelah mereka memulai, mereka tidak berhasil karena sebagai pebisnis atau entrepreneur, dibutuhkan 3 roles sekaligus: Role Visionaris untuk mempunyai clarity visi ke depan seperti apa bisnis mereka 100 tahun ke depan, Role Manager- bagaimana mengatur flow pekerjaan di bisnis agar bisa untung dan berjalan tanpa mereka, dan yang terakhir Role Technician adalah bagaimana aplikasi pekerjaan agar hasilnya baik, yang biasanya disini keahlian si karyawan.
Oleh karena itu, sekarang, bagaimana caranya seorang bisa sukses di bisnis bila dia hanya menguasai 1 role dari 3 roles tersebut. Caranya adalah Leverage. Terimalah kenyataan bahwa setiap manusia mempunyai role ke kehebatan di setiap bidangnya.
Contohnya George Soros adalah seorang trader ulung dan Martha Stewart adalah seorang Star yang bisa mempromosikan dirinya sendiri melalui bisnisnya. Bayangkan bila Martha Stewart harus menjadi seorang trader, dia telah mencobanya dan masuk penjara.
Oleh karena itu, disinilah SWOT analysis akan sangat membantu pebisnis. SWOT adalah kependekan dari " Strength Weaknesses Opportunities and Threats". Bila kita melihat diri kita sendiri secara personal ataupun bisnis, apa yang kita rasakan menjadi Strength kita, boleh juga kita tanya ke kerabat dekat kita, apa sebenarnya Strength kita dan apa juga Weaknesses kita.
Dari jawaban ini, baru kita bisa tahu, kira- kira Opportunities apa saja yang bisa kita buat dengan menggunakan Stength kita? Begitu juga Threats atau ancaman apa yang mungkin bisa menimpa kita karena kita memiliki Weaknesses tertentu.
Dalam mencari tahu Strength kita, kita bisa bertanya, kira- kira aktivitas apa yang kita suka lakukan dan kita berperforma sangat baik? Aktivitas apa yang kalau kita lakukan bisa membuat kita sampai lupa waktu?
Bila kita sudah mengetahui hal ini semua, baru kita bisa mulai berpikir, siapa pihak ke tiga yang bisa menutupi kelemahan kita agar bisnis kita tidak mempunyai kelemahan lagi dan kita bisa fokus pada kekuatan kita dalam mengkreasi opportunity dan mengkapitalisasinya.
Selamat mencoba:
PS: Ingin profit anda naik dahsyat dari 61% sampai 300% dalam waktu 3-12 bulan? Bila anda serius akan bisnis anda, hubungi Coach Yuri di 021 573 5330 sekarang !!! untuk Complimentary Business Coaching senilai Rp 5,000,000
Kamis, 15 Oktober 2009
Target Marketing, Bagaimana Cara Memakainya?
Bila kita menjalankan bisnis kita, ada beberapa niat tentang mengapa kita menjalankan bisnis kita ini. Beberapa alasan bisa seperti, karena kita memang suka kerjaannya, suka bidangnya, karena dipecat jadi harus punya bisnis sebagai ganti gaji, atau karena anda ingin menjualnya 3 tahun lagi.
Apapun alasannya, salah satu asumsi yang biasanya bisa membantu banyak bisnis sukses adalah asumsi bahwa kita akan menjual bisnis tersebut, lepas bahwa kita nantinya mau menjual atau tidak. Dengan mengasumsikan hal ini, fokus kita akan otomatis mulai berpikir bagaimana agar kita bisa selalu menaikkan nilai bisnis kita ini, sehingga kita bisa lebih mendapatkan banyak profit (earnings) yang merupakan salah satu indikator apakah kalau nanti bisnisnya mau dijual atau dihitung nilainya, bisnis ini bisa memberikan harga jual yang tinggi dan profit yang tinggi pula.
Untuk mempertinggi nilai bisnis, salah satu motor terpenting adalah marketingnya. Kali ini saya ingin membicarakan tentang bagaimana cara memakai target marketing.
Kenapa marketing itu harus targeted? Jawabannya adalah karena untuk sukses dalam suatu bidang, lepas itu bisnis atau yang lainnya, kunci utamanya adalah fokus. Dengan mengfokuskan energi, uang, waktu dan target market kita, kesuksesan kita akan lebih mudah.
Contohnya: Rolex fokus terhadap target pasar tertentu dan hanya menjual kepada orang yang punya keinginan memiliki jam mahal, bermerek Rolex. Kebalikannya, Seiko adalah menjual jam terhadap target pasar yang profilnya berbedan dengan profil Rolex. Dua- duanya bisa sama- sama untung, dan bila Rolex mau masuk ke pasar Seiko ataupun sebaliknya, kemungkinan besar spesialisasi mereka harus dirombak ulang dan risiko gagalnya akan lebih besar dibanding yang sekarang ini.
Untuk itu, di target marketing, kita akan dapat lebih fokus dalam memilih target pasar yang tepat dan mengkapitalisasinya untuk mendapatkan sales dan profit yang lebih besar. Bagaimana caranya?
Cara yang paling mudah adalah dengan membagi marketing anda menjadi 3 areas: Target,Offer dan Copy. Target adalah mengetahui siapa target pasar ideal anda. Atau dengan kata lain, kalau anda bisa bermimpi, siapa sih pelanggan ideal anda? Seperti apa dia? Bila anda sudah mengetahui profil prospek dan pelanggan ideal anda, pertanyaan kedua adalah dimana mereka berada? Dimana lokasi secara geografis tempat paling gampang bisa menemukan mereka? Hal ini akan membantu anda untuk lebih mudah melakukan marketing, karena bila target pasar dan lokasinya salah, bisa-bisa marketing budget anda hanya terbuang begitu saja.
Yang kedua setelah Target, adalah Offer. Offer apa yang anda bikin sehingga target pasar anda tertarik dan mau membeli dari anda? Apa yang mereka mau beli. Misalnya anda menjual asuransi jiwa unit link. Kalau anda mau bikin offer, anda mau memberikan offer ke siapa? Pengantin baru, orang paruh baya, anak baru lulus kuliah? Kira-kira offer apa yang mereka mau beli? Misalnya orang baru nikah, yang mereka mau beli bisa investasi pendidikan anaknya. Untuk paruh baya, misalnya adalah security income keluarganya,anak baru lulus kuliah bisa investasi retirement dia. Tanya pada diri anda, di target pasar yang saya mau kapitalisasi ini, problem apa yang mereka alami dan offer apa yang saya berikan sebagai solusi kepada problem tersebut.
Kemudian step berikutnya adalah "Why" atau mengapa? Mengapa mereka harus memilih membeli dari anda dan bukan dari kompetitor anda? Benefit apa yang anda bisa berikan ke target pasar anda yang kompetitor anda tidak bisa berikan?
Bila anda bisa menjawab ini secara konkrit dan bukan abstrak, anda sudah bisa dibilang berhasil keluar dari perang harga, karena anda sudah merubah paradigma target pasar anda berpikir dari yang fokusnya price oriented menjadi benefit oriented.
Yang terakhir adalah "Copy". Copy adalah bagaimana caranya anda marketing, atau How nya. Di Coaching session saya banyak sekali strategi yang saya bisa bantu anda dalam hal ini dimana strategi ini sudah sukses dibuktikan di 28 negara dan lebih dari 1 juta bisnis.
Apakah Hownya dengan menggunakan telemarketing, iklan, joint venture, Internet, Referral? Tidak semua strategi cocok untuk semua bisnis. Di coaching session saya, saya akan menganalisa strategi apa yang anda sedang jalankan sekarang, mengapa tidak sukses, bagaimana memperbaikinya agar lebih sukses? Strategi mana yang cocok untuk bisnis anda? Mana yang murah dan efektif?
Setelah memilih strategi, bagaimana cara mengimplementasi dan mengukurnya agar aktivitas target marketing anda mendapatkan Return of Investment yang tinggi.
PS: Untuk mendapatkan solusi praktis di bisnis anda di sisi kenaikan profit, teamwork dan produktivitas secara cepat, telpon 021-573 5030 sekarang dan bikin appointment anda untuk melakukan Complimentary Coaching Session senilai Rp 2,500.000 gratis satu kali dengan Coach Yuri.
Apapun alasannya, salah satu asumsi yang biasanya bisa membantu banyak bisnis sukses adalah asumsi bahwa kita akan menjual bisnis tersebut, lepas bahwa kita nantinya mau menjual atau tidak. Dengan mengasumsikan hal ini, fokus kita akan otomatis mulai berpikir bagaimana agar kita bisa selalu menaikkan nilai bisnis kita ini, sehingga kita bisa lebih mendapatkan banyak profit (earnings) yang merupakan salah satu indikator apakah kalau nanti bisnisnya mau dijual atau dihitung nilainya, bisnis ini bisa memberikan harga jual yang tinggi dan profit yang tinggi pula.
Untuk mempertinggi nilai bisnis, salah satu motor terpenting adalah marketingnya. Kali ini saya ingin membicarakan tentang bagaimana cara memakai target marketing.
Kenapa marketing itu harus targeted? Jawabannya adalah karena untuk sukses dalam suatu bidang, lepas itu bisnis atau yang lainnya, kunci utamanya adalah fokus. Dengan mengfokuskan energi, uang, waktu dan target market kita, kesuksesan kita akan lebih mudah.
Contohnya: Rolex fokus terhadap target pasar tertentu dan hanya menjual kepada orang yang punya keinginan memiliki jam mahal, bermerek Rolex. Kebalikannya, Seiko adalah menjual jam terhadap target pasar yang profilnya berbedan dengan profil Rolex. Dua- duanya bisa sama- sama untung, dan bila Rolex mau masuk ke pasar Seiko ataupun sebaliknya, kemungkinan besar spesialisasi mereka harus dirombak ulang dan risiko gagalnya akan lebih besar dibanding yang sekarang ini.
Untuk itu, di target marketing, kita akan dapat lebih fokus dalam memilih target pasar yang tepat dan mengkapitalisasinya untuk mendapatkan sales dan profit yang lebih besar. Bagaimana caranya?
Cara yang paling mudah adalah dengan membagi marketing anda menjadi 3 areas: Target,Offer dan Copy. Target adalah mengetahui siapa target pasar ideal anda. Atau dengan kata lain, kalau anda bisa bermimpi, siapa sih pelanggan ideal anda? Seperti apa dia? Bila anda sudah mengetahui profil prospek dan pelanggan ideal anda, pertanyaan kedua adalah dimana mereka berada? Dimana lokasi secara geografis tempat paling gampang bisa menemukan mereka? Hal ini akan membantu anda untuk lebih mudah melakukan marketing, karena bila target pasar dan lokasinya salah, bisa-bisa marketing budget anda hanya terbuang begitu saja.
Yang kedua setelah Target, adalah Offer. Offer apa yang anda bikin sehingga target pasar anda tertarik dan mau membeli dari anda? Apa yang mereka mau beli. Misalnya anda menjual asuransi jiwa unit link. Kalau anda mau bikin offer, anda mau memberikan offer ke siapa? Pengantin baru, orang paruh baya, anak baru lulus kuliah? Kira-kira offer apa yang mereka mau beli? Misalnya orang baru nikah, yang mereka mau beli bisa investasi pendidikan anaknya. Untuk paruh baya, misalnya adalah security income keluarganya,anak baru lulus kuliah bisa investasi retirement dia. Tanya pada diri anda, di target pasar yang saya mau kapitalisasi ini, problem apa yang mereka alami dan offer apa yang saya berikan sebagai solusi kepada problem tersebut.
Kemudian step berikutnya adalah "Why" atau mengapa? Mengapa mereka harus memilih membeli dari anda dan bukan dari kompetitor anda? Benefit apa yang anda bisa berikan ke target pasar anda yang kompetitor anda tidak bisa berikan?
Bila anda bisa menjawab ini secara konkrit dan bukan abstrak, anda sudah bisa dibilang berhasil keluar dari perang harga, karena anda sudah merubah paradigma target pasar anda berpikir dari yang fokusnya price oriented menjadi benefit oriented.
Yang terakhir adalah "Copy". Copy adalah bagaimana caranya anda marketing, atau How nya. Di Coaching session saya banyak sekali strategi yang saya bisa bantu anda dalam hal ini dimana strategi ini sudah sukses dibuktikan di 28 negara dan lebih dari 1 juta bisnis.
Apakah Hownya dengan menggunakan telemarketing, iklan, joint venture, Internet, Referral? Tidak semua strategi cocok untuk semua bisnis. Di coaching session saya, saya akan menganalisa strategi apa yang anda sedang jalankan sekarang, mengapa tidak sukses, bagaimana memperbaikinya agar lebih sukses? Strategi mana yang cocok untuk bisnis anda? Mana yang murah dan efektif?
Setelah memilih strategi, bagaimana cara mengimplementasi dan mengukurnya agar aktivitas target marketing anda mendapatkan Return of Investment yang tinggi.
PS: Untuk mendapatkan solusi praktis di bisnis anda di sisi kenaikan profit, teamwork dan produktivitas secara cepat, telpon 021-573 5030 sekarang dan bikin appointment anda untuk melakukan Complimentary Coaching Session senilai Rp 2,500.000 gratis satu kali dengan Coach Yuri.
Rabu, 09 September 2009
Bisnis Apa yang paling Tepat Untuk Saya?
Bila anda sempat membaca artikel saya yang berjudul " Wealth = Leverage x Value". Maka pertanyaan berikutnya adalah bagaimana cara yang tepat untuk bisa memberikan value kepada pasar yang kita tuju?
Seperti di artikel tersebut dikatakan bahwa faktor pertama yang musti kita kuasai untuk mencapai wealth adalah bagaimana caranya kita bisa membuat persepsi di masyarakat bahwa produk/servis atau offer yang kita tawarkan valuenya lebih tinggi dari uang mereka. Bila ini terjadi, maka mereka akan memberikan uang itu kepada kita. Masalahnya bagaimana caranya.
Menurut Roger Hamilton yang mempelajari orang-orang super sukses di dunia, hanya ada 8 cara untuk mencapai Wealth dan tantangan kita adalah untuk mengetahui cara mana yang paling tepat buat kita agar kita dapat mencapai wealth dengan lebh mudah.
Ada 4 sisi yang akan saya jabarkan disini dan anda nanti bisa memilih cara manayang paling tepat buat anda. Dua sisi pertama adalah sisi langit dan bumi. Sisi langit adalah orang-orang sukses yang merupakan intuitive thinkers/innovators. Mereka creative dan biasanya pintar dalam mengcreate sesuatu untuk kesuksesannya.
Mereka adalah innovator dalam bidangnya. Orang-orang seperti Bill Gates, Steve Jobs, Thomas Alpha Edison. Mereka adalah orang-orang yang berpikir dengan frekuensi yang tinggi. Lawan dari mereka adalah sensory thinkers. Mereka tidak menciptakan apa-apa yang berhubungan dengan inovasi dan kreasi. Pemikiran mereka adalah frekuensi rendah dimana mereka sensitif terhadap apa yang ada didunia ini dan memakai kesempatan itu untuk menjadi kaya. Ini adalah orang-orang seperti Warren Buffett, George Soros dan Donald Trump. Jadi untuk yang frekuensi rendah ada tiga tipe: trader (George Soros), Accumulator (Warren Buffett) dan Deal maker (Donald Trump, Rupert Murdoch).
Sedangkan untuk pemikir frekuensi tinggi juga dibagi tiga: Creator (Bill Gates, Steve Jobs), Star (Oprah Winfrey, Martha Stewart) dan Mechanic (Ray Kroc, Jeff Bezos, Sam Walton). Star adalah orang yang pandai membuat dirinya sebagai brand, dia dapat membuat konsep dan membrandkan namanya dan konsepnya untuk dikomersialkan seperti Oprah dan Martha Stewart). Mechanic adalah orang yang pandai memperbaiki sesuatu sistim atau bisnis yang sudah ada, contohnya Ray Kroc dengan Mc Donald nya yang dia ambil dari Mc Donald's brothers. Jadi pertatama tentukan dulu talent anda sebagai intuitive thinkers atau sensory thinkers.
Itu tadi dari sisi Value nya, ingat rumusnya Wealth= Value x Leverage. Nah sekarang adalah untuk mengetahui leverage anda agar lebih cepat anda bisa kayanya. Dua sisi tersebut adalah introvert multiplication dan extrovert magnify. Introvert multiplication adalah orang yang pandai dalam menduplikasikan bisnis dengan membuat sistim. Jadi dia pandai menggunakan faktor kali dengan menggandakan bisnisnya, sedangkan extrovert magnify adalah orang yang pandainya membuat sesuatu begitu susah dan complicated nya sehingga hanya dialah yang mampu melakukannya. Roger Hamilton menyebut seorang yang introvert multiply adalah Lord, yaitu orang yang pandai dengan angka dan sistimasi. Orang ini adalah seperti Sergey Brin dari Google, Rockefeller, John Paul Getty. Dan orang extrovert magnify, Roger menyebutnya sebagai supporter adalah orang yang pandai berinteraksi dengan orang lain seperti Rudy Guliani, Jack Welch dari GE.Mereka adalah orang yang biasanya ditunjuk oleh Creator untuk membantu mereka. Contohnya Steve Balmer di Microsoft.
Jadi pertanyaannya sekarang profil seperti apa diri anda? Dan bila anda sudah tahu, siapa yang berprofil lain yang akan bisa membantu anda sukses? Dimana anda harus networking untuk menemukan orang tersebut.
PS: Profil saya adalah Mechanic, spesialisasi saya membantu pengusaha dalam memperbaiki sistim bisnisnya dan meningkatkan profit mereka. Record tertinggi saya adalah profit increase 600% dalam waktu 6 bulan dan membalikkan perusahaan dengan revenue Rp 1 trilyun rupiah menjadi profit 25% perbulannya setelah merugi dalam waktu 10 tahun. Saya bisa membantu anda mencapai profit, kontak saya via email di yamadin2@gmail.com atau telpon ke 021 5735330 for complimentary coaching session senilai Rp 2.500.000, Contact me Now! Your business needs it! Coach Yuri.
Seperti di artikel tersebut dikatakan bahwa faktor pertama yang musti kita kuasai untuk mencapai wealth adalah bagaimana caranya kita bisa membuat persepsi di masyarakat bahwa produk/servis atau offer yang kita tawarkan valuenya lebih tinggi dari uang mereka. Bila ini terjadi, maka mereka akan memberikan uang itu kepada kita. Masalahnya bagaimana caranya.
Menurut Roger Hamilton yang mempelajari orang-orang super sukses di dunia, hanya ada 8 cara untuk mencapai Wealth dan tantangan kita adalah untuk mengetahui cara mana yang paling tepat buat kita agar kita dapat mencapai wealth dengan lebh mudah.
Ada 4 sisi yang akan saya jabarkan disini dan anda nanti bisa memilih cara manayang paling tepat buat anda. Dua sisi pertama adalah sisi langit dan bumi. Sisi langit adalah orang-orang sukses yang merupakan intuitive thinkers/innovators. Mereka creative dan biasanya pintar dalam mengcreate sesuatu untuk kesuksesannya.
Mereka adalah innovator dalam bidangnya. Orang-orang seperti Bill Gates, Steve Jobs, Thomas Alpha Edison. Mereka adalah orang-orang yang berpikir dengan frekuensi yang tinggi. Lawan dari mereka adalah sensory thinkers. Mereka tidak menciptakan apa-apa yang berhubungan dengan inovasi dan kreasi. Pemikiran mereka adalah frekuensi rendah dimana mereka sensitif terhadap apa yang ada didunia ini dan memakai kesempatan itu untuk menjadi kaya. Ini adalah orang-orang seperti Warren Buffett, George Soros dan Donald Trump. Jadi untuk yang frekuensi rendah ada tiga tipe: trader (George Soros), Accumulator (Warren Buffett) dan Deal maker (Donald Trump, Rupert Murdoch).
Sedangkan untuk pemikir frekuensi tinggi juga dibagi tiga: Creator (Bill Gates, Steve Jobs), Star (Oprah Winfrey, Martha Stewart) dan Mechanic (Ray Kroc, Jeff Bezos, Sam Walton). Star adalah orang yang pandai membuat dirinya sebagai brand, dia dapat membuat konsep dan membrandkan namanya dan konsepnya untuk dikomersialkan seperti Oprah dan Martha Stewart). Mechanic adalah orang yang pandai memperbaiki sesuatu sistim atau bisnis yang sudah ada, contohnya Ray Kroc dengan Mc Donald nya yang dia ambil dari Mc Donald's brothers. Jadi pertatama tentukan dulu talent anda sebagai intuitive thinkers atau sensory thinkers.
Itu tadi dari sisi Value nya, ingat rumusnya Wealth= Value x Leverage. Nah sekarang adalah untuk mengetahui leverage anda agar lebih cepat anda bisa kayanya. Dua sisi tersebut adalah introvert multiplication dan extrovert magnify. Introvert multiplication adalah orang yang pandai dalam menduplikasikan bisnis dengan membuat sistim. Jadi dia pandai menggunakan faktor kali dengan menggandakan bisnisnya, sedangkan extrovert magnify adalah orang yang pandainya membuat sesuatu begitu susah dan complicated nya sehingga hanya dialah yang mampu melakukannya. Roger Hamilton menyebut seorang yang introvert multiply adalah Lord, yaitu orang yang pandai dengan angka dan sistimasi. Orang ini adalah seperti Sergey Brin dari Google, Rockefeller, John Paul Getty. Dan orang extrovert magnify, Roger menyebutnya sebagai supporter adalah orang yang pandai berinteraksi dengan orang lain seperti Rudy Guliani, Jack Welch dari GE.Mereka adalah orang yang biasanya ditunjuk oleh Creator untuk membantu mereka. Contohnya Steve Balmer di Microsoft.
Jadi pertanyaannya sekarang profil seperti apa diri anda? Dan bila anda sudah tahu, siapa yang berprofil lain yang akan bisa membantu anda sukses? Dimana anda harus networking untuk menemukan orang tersebut.
PS: Profil saya adalah Mechanic, spesialisasi saya membantu pengusaha dalam memperbaiki sistim bisnisnya dan meningkatkan profit mereka. Record tertinggi saya adalah profit increase 600% dalam waktu 6 bulan dan membalikkan perusahaan dengan revenue Rp 1 trilyun rupiah menjadi profit 25% perbulannya setelah merugi dalam waktu 10 tahun. Saya bisa membantu anda mencapai profit, kontak saya via email di yamadin2@gmail.com atau telpon ke 021 5735330 for complimentary coaching session senilai Rp 2.500.000, Contact me Now! Your business needs it! Coach Yuri.
Kamis, 27 Agustus 2009
Cara Evaluasi Laporan Keuangan Cepat!
Sering dari pengalaman saya melakukan bisnis coaching ke klien-klien, yang pertama-tama sering mereka katakan adalah bahwa ilmu coaching yang saya dapatkan dari Brad Sugars dalam membantu mereka, tidak akan dapat dipakai ke mereka karena bisnis mereka berbeda, industri mereka berbeda.
Yang lucunya, apa yang saya alami ini juga sering dialami coaches lain dan terutama Brad Sugars pada saat waktu dia mulai merintis perusahaannya. Brad Sugars adalah seorang akuntan sebelum dia menjadi seorang entrepreneur. Dia mengatakan bahwa semua bisnis itu adalah sama. Mereka seperti mobil yang berbeda, tetapi semua memiliki chassis mobil yang sama. Mereka semua butuh customers, profit dan revenue/sales. Terlepas apapun bisnis mereka.
Dalam kesempatan ini, saya akan membicarakan bagaimana cara mengevaluasi performa bisnis anda dengan cepat melalui analisa laporan keuangan. Disini saya akan bicara general guidelines apa yang anda bisa implementasi seara cepat dalam mendiagnosa bisnis anda. Tidak semua bisnis yang pernah saya tangani punya laporan keuangan, saat ini saya akan membahas untuk yang punya laporan keuangan/financial statements.
Laporan keuangan perusahaan apapun biasanya dibagi 3 bagian: balance sheet, income statement dan cash flow statement. Balance sheet atau neraca adalah potret perusahaan anda pada tanggal tersebut. Dari potret ini anda bisa melihat keadaan perusahaan anda mau bangkrut atau tidak.
Ada 3 area di neraca, yaitu: Assets, Liabitities dan Net Worth.
Asset adalah semya yang usaha anda punya yang bisa menghasilkan uang untuk anda, jadi seperti cash, piutang, fixed assets dan lain-lain yang bisa memberi makan perusahaan anda.
Liability adalah apapun yang anda miliki di perusahaan anda yang menarik uang perusahaan keluar dari usaha anda. Semua yang menghabiskan makanan usaha anda adalah Liability, seperti hutang jangka panjang, jangka pendek, dll.
Net Worth adalah selisih antara Asset dan Liability, bila Assets > dari Liability, anda punya positif Net Worth, dan bila Assets < dari Liability, berarti Net Worth anda negatif.
Pertama-tama yang anda patut perhatikan adalah cash anda di current assets anda. Apakah receivables anda > cash? Bila cash > dari receivables berarti usaha anda lebih liquid dibanding kalau receivables nya > cash. Lihat juga kualitas receivables anda, mana yang akan mencair dalam 30 hari, 60 dan 90 hari. Bagaimana anda bisa mempercepat pencairan ini menjadi 1 minggu, 2 minggu dan 1 bulan misalnya.
Kemudian lihat juga keadaan invetory anda, bila bisnis anda punya inventory. Berapa persen level inventory anda bila dibagikan jumlah total assets anda? apakah terlalu besar? Apa yang bisa anda lakukan untuk memperkecilnya? Jadi kuncinya disini, perhatikanlah bahwa level likuiditas assets anda adalah optimum. Hal ini akan baik bagi pihak ke tiga bila anda nanti mau mencari funding untuk bisnis anda.
Baru kemudian anda bisa lihat current liability anda. Hitung jumlah current liabilities anda, apakah jumlahnya lebih besar dari current assets anda? Seberapa besar?Bila cukup besar dan ini membahayakan anda, cek fixed assets anda, apakah ada fixed assets anda yang tidak ada korelasinya dengan bisnis? apakah bisa anda jual. Agar anda bisa lebih liquid?
Bila anda mempunyai neraca beberapa tahun lalu, lihat juga trend dari net worth anda, trendingnya naik atau turun, kenapa bisa begitu? apa yang bisa dilakukan untuk membuatnya naik?
Untuk menganalisa income statement, pertama lihat cara penghitungannya, apa sudah benar, kalau sudah, perhatikan trend gross margin anda, apakah naik atau turun? Kenapa bisa begitu? Bagaimana dengan fixed cost anda? Berapa % jumlah fixed cost anda bila dibagi dengan total sales. Bila terlampau besar, apa yang anda bisa lakukan untuk memperkecilnya?
Lalu lihat total EBITDA anda, berapa persen interest payment/ bunga bank yang anda harus bayar, bila angka itu dibagikan ke EBITDA anda? Jadi untuk income statement anda, goalnya disini adalah memperbaiki level gross margin anda dengan menaikkan sales,dan menurunkan COGS. Sedangkan untuk fixed cost, adalah untuk mengetahui beban% nya, seberapa besar membebani sales. Hal ini penting, karena nantinya akan bisa memperbaiki net margin anda. Bayangkan kalau anda tidak tahu bahwa net margin anda sedikit, terus anda kerjanya kasih diskon terus, bisa bangkrut anda.
Terakhir perhatikan cashflow anda bila receivables anda jumlahnya > dari cash. Lihat total cash anda, berapa persen datang dari operasional, investing dan financing. Bila % dari operasional anda rendah, apa yang bisa anda lakukan di bisnis untuk memperbaikinya.
Diharapkan dari analisa ini akan memaksa anda untuk berpikir keras bagaimana memperbaiki angka-angka tersebut dengan melakukan bisnis lebih baik dari aspek operation, marketing dan sales, dan finance.
Semoga bermanfaat.
PS: Bila anda kurang jelas dan ingin lebih dalam mempelajarinya, bikin appointment sekarang juga dengan Coach Yuri dengan menelpon 021 573-5030, saya akan memberikan coaching gratis untuk anda.
Yang lucunya, apa yang saya alami ini juga sering dialami coaches lain dan terutama Brad Sugars pada saat waktu dia mulai merintis perusahaannya. Brad Sugars adalah seorang akuntan sebelum dia menjadi seorang entrepreneur. Dia mengatakan bahwa semua bisnis itu adalah sama. Mereka seperti mobil yang berbeda, tetapi semua memiliki chassis mobil yang sama. Mereka semua butuh customers, profit dan revenue/sales. Terlepas apapun bisnis mereka.
Dalam kesempatan ini, saya akan membicarakan bagaimana cara mengevaluasi performa bisnis anda dengan cepat melalui analisa laporan keuangan. Disini saya akan bicara general guidelines apa yang anda bisa implementasi seara cepat dalam mendiagnosa bisnis anda. Tidak semua bisnis yang pernah saya tangani punya laporan keuangan, saat ini saya akan membahas untuk yang punya laporan keuangan/financial statements.
Laporan keuangan perusahaan apapun biasanya dibagi 3 bagian: balance sheet, income statement dan cash flow statement. Balance sheet atau neraca adalah potret perusahaan anda pada tanggal tersebut. Dari potret ini anda bisa melihat keadaan perusahaan anda mau bangkrut atau tidak.
Ada 3 area di neraca, yaitu: Assets, Liabitities dan Net Worth.
Asset adalah semya yang usaha anda punya yang bisa menghasilkan uang untuk anda, jadi seperti cash, piutang, fixed assets dan lain-lain yang bisa memberi makan perusahaan anda.
Liability adalah apapun yang anda miliki di perusahaan anda yang menarik uang perusahaan keluar dari usaha anda. Semua yang menghabiskan makanan usaha anda adalah Liability, seperti hutang jangka panjang, jangka pendek, dll.
Net Worth adalah selisih antara Asset dan Liability, bila Assets > dari Liability, anda punya positif Net Worth, dan bila Assets < dari Liability, berarti Net Worth anda negatif.
Pertama-tama yang anda patut perhatikan adalah cash anda di current assets anda. Apakah receivables anda > cash? Bila cash > dari receivables berarti usaha anda lebih liquid dibanding kalau receivables nya > cash. Lihat juga kualitas receivables anda, mana yang akan mencair dalam 30 hari, 60 dan 90 hari. Bagaimana anda bisa mempercepat pencairan ini menjadi 1 minggu, 2 minggu dan 1 bulan misalnya.
Kemudian lihat juga keadaan invetory anda, bila bisnis anda punya inventory. Berapa persen level inventory anda bila dibagikan jumlah total assets anda? apakah terlalu besar? Apa yang bisa anda lakukan untuk memperkecilnya? Jadi kuncinya disini, perhatikanlah bahwa level likuiditas assets anda adalah optimum. Hal ini akan baik bagi pihak ke tiga bila anda nanti mau mencari funding untuk bisnis anda.
Baru kemudian anda bisa lihat current liability anda. Hitung jumlah current liabilities anda, apakah jumlahnya lebih besar dari current assets anda? Seberapa besar?Bila cukup besar dan ini membahayakan anda, cek fixed assets anda, apakah ada fixed assets anda yang tidak ada korelasinya dengan bisnis? apakah bisa anda jual. Agar anda bisa lebih liquid?
Bila anda mempunyai neraca beberapa tahun lalu, lihat juga trend dari net worth anda, trendingnya naik atau turun, kenapa bisa begitu? apa yang bisa dilakukan untuk membuatnya naik?
Untuk menganalisa income statement, pertama lihat cara penghitungannya, apa sudah benar, kalau sudah, perhatikan trend gross margin anda, apakah naik atau turun? Kenapa bisa begitu? Bagaimana dengan fixed cost anda? Berapa % jumlah fixed cost anda bila dibagi dengan total sales. Bila terlampau besar, apa yang anda bisa lakukan untuk memperkecilnya?
Lalu lihat total EBITDA anda, berapa persen interest payment/ bunga bank yang anda harus bayar, bila angka itu dibagikan ke EBITDA anda? Jadi untuk income statement anda, goalnya disini adalah memperbaiki level gross margin anda dengan menaikkan sales,dan menurunkan COGS. Sedangkan untuk fixed cost, adalah untuk mengetahui beban% nya, seberapa besar membebani sales. Hal ini penting, karena nantinya akan bisa memperbaiki net margin anda. Bayangkan kalau anda tidak tahu bahwa net margin anda sedikit, terus anda kerjanya kasih diskon terus, bisa bangkrut anda.
Terakhir perhatikan cashflow anda bila receivables anda jumlahnya > dari cash. Lihat total cash anda, berapa persen datang dari operasional, investing dan financing. Bila % dari operasional anda rendah, apa yang bisa anda lakukan di bisnis untuk memperbaikinya.
Diharapkan dari analisa ini akan memaksa anda untuk berpikir keras bagaimana memperbaiki angka-angka tersebut dengan melakukan bisnis lebih baik dari aspek operation, marketing dan sales, dan finance.
Semoga bermanfaat.
PS: Bila anda kurang jelas dan ingin lebih dalam mempelajarinya, bikin appointment sekarang juga dengan Coach Yuri dengan menelpon 021 573-5030, saya akan memberikan coaching gratis untuk anda.
Langganan:
Postingan (Atom)